Langsung ke konten utama

Postingan

Penuh ke Hati-hatian

Dalam hal ilmu ekonomi, manusia tidak akan pernah puas dengan kebutuhan yang di milikinya, sudah di milikinya suatu kebutuhan itu, nggak tau kenapa malah pengen yang lain lagi, ya sebagai anak ekonomi , gue lumayan ngertilah soal yang kaya begini, percuma gue kuliah jurusan akuntansi, kalau soal yang namanya kebutuhan manusia kaya begitu gue nggak ngerti. Apalagi sekarang jaman udah semakin modern, banyak bermunculan barang-barang bagus yang bisa menaikan nafsu atau birahi seseorang untuk pengen ngebeli itu barang, lah kok birahi pula ini. Intinya manusia itu emang nggak akan pernah akan puas buat memenuhi akan kebutuhannya, contoh kecilnya aja, padahal dirumah kita, bermacam-macam baju udah nggak muat dalam lemari, tapi karena nafsu manusia itu tadi, ya nggak tau kenapa pengen beli baju lagi, lagi dan lagi.

Pengangguran is My Job

Ngeliat judulnya saja rada-rada gimana gitu ya? Gue pun agak bingung juga kenapa gue beri judul untuk postingan kali ini yang kaya begituan. Dari pada tambah bingung, mungkin bisa gue jelasin lah, dari pada tulisan ini berhenti sampe sini doang. Pengangguran menurut gue artinya seseorang yang nganggur, nggak tau mau buat apa-apa karena nggak ada kerjaan, entah itu kerja kuli, kerja ngojek, atau kerja bank negara Indonesia sebagai teller. Intinya nggak ada kerjaan mau ngapain. Tapi di postingan kali ini judul gue adalah “Pengangguran is My job” jadi macam mana ni? Ya macam itu. Ya, gue sekarang sedang bekerja, kerjaan gue nganggur. Tapi senganggur-nganggurnya gue, gue masih ada rutinas buat kuliah, tapi walau gue kuliah, gue akan selalu menganggap gue sebagai pengangguran, lah kok gitu pula? Iya, banyak hal yang mungkin bisa jadi alasan. Saat ini Alhamdulillah gue udah semester 4, dan baru saja dapat sertifikat ospek, beda dengan temen-temen gue yang lain yang udah dapat sejak...

Will Continue To Smart

Sekarang sudah tahun 2014, dan lo masih ngarepin dia yang sama sekali nggak suka sama lo? cape deh. Eh, sebenarnya bukan itu sih yang mau gue tulis di postingan blog kali ini, gue ulang deh, ini udah 2014, dan seiring bergantinya tahun, seiring bergantinya bulan, gue semakin peka akan canggihnya teknologi dari masa ke masa, orang-orang yang dulunya masih gaptek akan teknologi, sekarang malah up-to-date mencari hal-hal yang baru dari teknologi yang semakin canggih. Nggak usah jauh-jauh memikirkan benda apa yang kini menjadi prioritas utama perkembangan teknologi, gue ambil contoh “handphone”. Don't be the same, be better! Di tahun 2014 ini siapa sih yang nggak punya handphone? Handphone sekarang udah menjadi alat yang menurut gue adalah benda wajib buat dimiliki setiap orang, bukan hanya buat orang dewasa  saja, menurut survei gue, balita yang masih dalam tahap belajar berjalan dan masih ngempeng susu botol, sekarang rata-rata sudah punya gadget pribadi sendiri, udah bisa d...

Rambut Mu, Mahkota Mu

Setiap manusia pasti punya yang namanya rambut, dari sejak lahir pun kita sudah di anugrahi yang namanya rambut, rambut manusia itu pun banyak macemnya, ada rambut lurus, rambut gimbal, rambut kriting, rambut lepek, rambut yang maksa banget buat dijadiin lurus karena dulunya kriting dan masih banyak lagi. Kali ini gue akan cerita-cerita sedikit tentang rambut, bukan rambut mbah gue atau gebetan gue yang gue mau ceritain, tapi rambut gue sendiri. Lah kenapa dengan rambut lu? Rambut gue banyak uban, eh bukan, rambut gue banyak yang komentari, makanya dari sini banyak kali unek-unek yang gue mau gue tulis soal rambut gue. Kata orang-orang rambut itu mahkota, dan menurut gue emang bener rambut itu mahkota, tapi nggak tau kenapa, mahkota gue banyak yang komentarin? Kenapa mereka nggak komentarin mahkota punya mereka sendiri, huftt.. Oke gue tau, gue nggak kayak normalnya cowok yang punya rambut rapi, dengan klimisnya minyak rambut seember, dengan modisnya style rambut modern. Yah gu...

Liburan & Kampung Halaman

Penghujung tahun ini adalah waktunya orang-orang mulai sibuk mempersiapkan rencana buat pergi liburan, dari bapak-bapak, nenek-nenek, dan ibu-ibu serta anak-anaknya juga sibuk untuk nyiapin rencana liburan mereka masing-masing, ada yang berencana pergi ke luar negeri, ada yang berencana pergi ke kost-kostan, ada juga yang berencana buat pergi ke planet pluto demi menikmati sensasi hidup yang berbeda, tapi ribet juga, perginya harus pakek roket, dan masih banyak lagi rencana-rencana unik lainnya. Dipenghujung tahun ini, nggak tau kenapa kampus gue baik banget, sudah ngasih libur buat mahasiswa dan mahasiswinya, dibandingakan dengan kampus-kampus lain, yang masih sibuk dengan tugas dosennya, gue sungguh heran, dan sebenarnya itu juga menjadi kabar bagus buat gue yang kebetulan pengangguran, untuk sesegera mungkin berlibur, ngurangin rasa stres, move on dari mantan dan gebetan yang selalu php-in, dan mencari suasana baru biar lebih fresh lagi. Sebenarnya nggak ada rencana buat gue t...

Nggak Mesti "Bingit" Buat Jadi Gaul

Jaman sekarang siapa sih yang nggak punya akun media sosial twitter, facebook, instagram, dan masih banyak lagilah akun jejaring sosial lainnya. Kalau lu belum punya akun-akun media sosial kaya begitu, minimal akun facebook, berarti lu belum gaul bingit. Kenapa belum bisa dibilang belum gaul? Ya menurut gue itu emang tuntuntan buat jadi gaul, misalnya kalau lu lagi ngumpul sama temen baru lu, terus temen lu nanyain ke lu, “eh, ngomong-ngomong nama facebook lu apa? Gue mau add” atau nanya “eh, twitter lu apaan, gue mau follow.” Dan kemudian reaksi lu hanya diam seperti orang yang tersesat di afrika selatan, dan lu hanya bilang ke temen lu “aku nggak punya” maka saat itu juga lu harus cepat-cepat buat paspor dan harus pindah ke zimbabme dan menetap selamnya disana selamanya, karena otomatis temen-temen lu semua saat itu bakal ngetawain lu, bakal ngecengen lu, dan bilang sekeras-kerasnya “hari gini belum punya facebook dan twitter?, nggak gaul bingit lu!!”. Nah, kira-kira begitulah. ...

BCL Pernah Muda, Gue Pernah Alay

Jujur sebenarnya gue sangat berat mau nulis tulisan yang mau gue bahas kali ini, berat, seberat mengangkat truk kontainer ditambah sopirnya juga dan hanya pakek jari kelingking ngangkatnya, karena ini memang sangat memalukan dan sangat menjijikan, tapi gue nggak mau kalian stop ngebaca sampe sini, yuk terusin ngebacanya, mungkin niat yang sudah sangat-sangat matang, sematang indomie rebus yang sudah melar, gue bersedia mau cerita ini semua kepada lu. Ngomong-ngmong disini ada yang pernah jadi alay? Katanya sih kepanjangannya anak layangan gitu, tapi artinya bukan anak yang suka panas-panasan main layangan ditengah lapangan gersang, sampe nggak sadar kulitnya item legam dan rambutnya langsung pirang kaya orang bule. Bukan! Bukan itu maksud sebenarnya! Alay menurut gue adalah orang-orang yang mempunyai ciri khas yang unik tapi jijik, eh kalau udah jijik unik nggak sih? Nggak tau deh, yang jelas alay ini orang-orang yang lebay, dan harus segera di rehabilitasi secepatnya, kalo bisa ...